O-Shot, Perawatan untuk Wanita Agar Capai Kepuasan Berhubungan Intim.

2 min read

KEMBARQQ.NET – Kepuasan bercinta bisa dilakukan jika tiap pasangan mencapai orgasmenya masing-masing. Namun tak mudah untuk mencapai performa orgasme secara maksimal. Fenomena ini pun kerap dialami oleh para wanita.

Agar makin puas saat bercinta dengan pasangan, para wanita bisa mencoba perawatan O-Shot. Perawatan baru non-invansif ini berfungsi untuk mengurangi disfungsi seksual wanita dengan mengekstraksi PRP atau plasma yang kaya platelet, dari darah wanita sendiri dan menyuntikkannya langsung ke area vagina.

Dokter di Alabama yang juga dikenal sebagai pencipta perawatan Vampire Facial, Charles Runels, menjelaskan O-Shot menggunakan PRP untuk merangsang pertumbuhan sel-sel baru dalam dinding dan klitoris vagina. PRP yang digunakan tubuh untuk secara alami menumbuhkan jaringan. Tak hanya jumlah sel yang ditingkatkan, tetapi sensitivitas terhadap stimulasi turut ditingkatkan.

Runels mengatakan ia terinspirasi oleh serangkaian perawatan yang tersedia untuk pria yang berurusan dengan masalah seksual, mulai dari Viagra hingga implan penis, tetapi tidak ada satu pun perawatan yang diciptakan untuk mengobati disfungsi seksual wanita. Padahal lebih dari 40 persen wanita diperkirakan menderita disfungsi seksual.

Faktanya, perawatan O-Shot dapat dikerjakan dalam waktu singkat, yakni kurang dari 45 menit, oleh seorang dokter obgyn terlatih. Apakah perawatan O-Shot terbukti ampuh membuat kepuasan bercinta maksimal?

Nadia (39) menceritakan kisahnya menggunakan perawatan O-Shot. Seorang ibu dari tiga anak ini tidak lagi dapat menikmati hubungan intim. Meskipun dia mencoba pelumas, dia mengeluh nyeri saat berhubungan dan berbeda dari waktu ia belum memiliki anak.

Ketika mendengar tentang O-Shot, ia memutuskan untuk mencobanya. Kini, ia mengalami orgasme setiap kali berhubungan intim. Bahkan ia meyakini performanya lebih kuat daripada yang ia miliki ketika masih muda.

Lantas, bagaimana cara kerja O-Shot? Pertama, darah pasien diambil (sekitar 10 ml) dan ditempatkan dalam centrifuge untuk memisahkan PRP. Perlu dilakukan penentuan titik injeksi untuk mendapatkan hasil maksimal. Dokter obgyn akan melakukan pemetaan vagina yang dibantu oleh pasien dengan menanyakan pasien di mana area paling sensitif dan kemudian krim anestesi diterapkan ke daerah tersebut.

Selanjutnya, pasien diharapkan dapat memahami seksualitas dan anatomi tubuhnya sehingga mengetahui di mana area sensitif dirinya untuk kemudian dapat menentukan posisi yang tepat untuk suntikan PRP. Prosedur ini memiliki manfaat tambahan, yaitu dapat menciptakan apa yang ia sebut sebagai efek volumisasi.





Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *